Kematian Imam besar Iran menunjukan betapa canggihnya kemampuan persenjataan dan spionase Israel yang sulit diantisipasi. Ditambah operasi bom pager (alat komunikasi), mulai dari ide - rencana - eksekusi, kesannya dilakukan on point.
Perlu diketahui bahwa perencanaan produksinya (pager) diduga menggunakan perusahaan cangkang agar terlihat “shadow” . Jadi shell company tidak hanya bertujuan tax evasion tapi juga shadow operation. Dalam konteks ini bersifat illegal. For sure.
Tidak kalah dengan Iran yang memiliki teknologi persenjataan canggih yaitu rudal hipersonik Fattah 1 dan 2 yang mampu “menari” menghindari cegatan pertahanan rudal seperti iron dome. Serta rudal low cost budget yang mampu memborbardir pertahanan lawan. Tidak mudah dibayangkan ketika semua itu terwujud ditengah sanksi embargo terhadap Iran baik ekonomi maupun militer selama hampir 50 tahun.
Bisakah dibayangkan atmosfer perseteruan Iran - Israel terjadi dalam lingkup entitas bisnis. Dua kubu yang berseteru, berdendam kesumat saling mengirimkan “rudal” dalam bentuk masalah, tuding-menuding dengan low evidence based & confirmation.
Pasukan perang yang sering blunder, niat tembak musuh malah friendly fire. Pasukan tantrum berlaku kiddos, nyumput di ketiak dominus. Panglima perang yang cenderung ugal-ugalan sesuai prinsip; gas pol rem blong nyemplung jurang. Panglima dan pasukan tidak tahu bahwa dia tidak tahu, ini hal paling krusial.
Proxy-war alih-alih digunakan sebagai strategi melainkan hanya karena tidak punya nyali.
Permasalahan menjadi lebih kusut dengan adanya "kepentingan" (unidentified interest) dan tujuan entitas sebagai "nowhere company". Apalagi bicara keselarasan tujuan "goal congruence" pastinya mustahil akan tercapai.
Ketidakpercayaan antar pihak atas apapun melanggengkan perseteruan yang tidak berujung. Bahkan berdiam diri pun bisa dianggap sebagai agresi. Hal semacam itu biasa kita dengar sebagai Hobbesian trap.
Terlampau jauh untuk membahas objektivitas dan profesionalisme jika pandangan terhadap “Inner circle” lebih prestisius dibanding Albert Enstein.
Tapi apapun masalahnya selama kita yakin dan percaya, pasti ada penyelesaiannya. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Harapan harus selalu dimunculkan walaupun hanya setitik.
Comments
Post a Comment