Rutinitas Minggu pagi ini tidak jauh berbeda: lari mengelilingi Kebun Raya, dilanjutkan skipping, gerakan tolak angkat, baring duduk, dan... bahwasanya inti dari inti segala aktivitas itu adalah SARAPAN BUBUR . Bubur ayam kang Hasan Tea (a.k.a. bubur ayam kantor pos) salah satu langganan saya di kota Bogor, enak banget dan per-sateannya pun lengkap, sebut saja sate usus, uritan, ati ampela dst. Yakin puas dan kenyang. BTW sekarang tempatnya baru, lebih luas dan lega. Meja tempat makan lebih banyak. Lokasinya pun tidak jauh dari sebelumnya, mungkin hanya beberapa puluh meter saja. Ini gambarnya: Lokasi lama: Lokasi baru: Bubur kang Hasan buka dari jam 7an s.d. habis dagangannya. Pernah saya kesana jam 9an gitu tapi sudah sold out . Baiknya kalo mau kesana maksimal sekitar jam 7- 8an ya biar kebagian. Oke gitu aja, soalnya kalo gak gitu, gak nulis-nulis di blog hehe..
Kematian Imam besar Iran menunjukan betapa canggihnya kemampuan persenjataan dan spionase Israel yang sulit diantisipasi. Ditambah operasi bom pager (alat komunikasi), mulai dari ide - rencana - eksekusi, kesannya dilakukan on point. Perlu diketahui bahwa perencanaan produksinya (pager) diduga menggunakan perusahaan cangkang agar terlihat “ shadow” . Jadi shell company tidak hanya bertujuan tax evasion tapi juga shadow operation. Dalam konteks ini bersifat illegal. For sure. Tidak kalah dengan Iran yang memiliki teknologi persenjataan canggih yaitu rudal hipersonik Fattah 1 dan 2 yang mampu “menari” menghindari cegatan pertahanan rudal seperti iron dome. Serta rudal low cost budget yang mampu memborbardir pertahanan lawan. Tidak mudah dibayangkan ketika semua itu terwujud ditengah sanksi embargo terhadap Iran baik ekonomi maupun militer selama hampir 50 tahun. Bisakah dibayangkan atmosfer perseteruan Iran - Israel terjadi dalam lingkup entitas bisnis. Dua kubu yang...