Skip to main content

Posts

Sekelumit Rieut

Kematian Imam besar Iran menunjukan betapa canggihnya kemampuan persenjataan dan spionase Israel yang sulit diantisipasi. Ditambah operasi bom pager (alat komunikasi), mulai dari ide - rencana - eksekusi, kesannya dilakukan on point.   Perlu diketahui bahwa perencanaan produksinya (pager) diduga menggunakan perusahaan cangkang agar terlihat “ shadow”  .  Jadi shell company tidak hanya bertujuan tax evasion tapi juga shadow operation. Dalam konteks ini bersifat illegal. For sure. Tidak kalah dengan Iran yang memiliki teknologi persenjataan canggih yaitu rudal hipersonik Fattah 1 dan 2 yang mampu “menari” menghindari cegatan pertahanan rudal seperti iron dome. Serta rudal low cost budget yang mampu memborbardir pertahanan lawan. Tidak mudah dibayangkan ketika semua itu terwujud ditengah sanksi embargo terhadap Iran baik ekonomi maupun militer selama hampir 50 tahun. Bisakah dibayangkan atmosfer perseteruan Iran - Israel terjadi dalam lingkup entitas bisnis. Dua kubu yang...
Recent posts

Enggan Untuk Sehat

​Keengganan menumpuk ketika lama tidak dilakukan.  Setelah sebulan tak  berolahraga, memulainya lagi terasa berat.  Sedangkan olahraga itu menyehatkan bukan? enggan untuk sehat berarti siap untuk sakit.  Itu aja sih, mudah-mudahan rasa enggannya memudar. Lebaran usai, kolesterol menanti. 

Dedikasi Hari Libur (last)

Semangat dalam hati bercita-cita mendedikasikan hari libur terakhir dengan menulis sesuatu yang sedikit berfaedah. Tapi apa daya.  Langit mendung, cuaca dingin, perut kenyang, seprei baru ganti.  Tidak ada alasan lagi untuk tidak ngapain-ngapain. Halo rebahan bye cita-cita! semoga waktu bergulir lambat.

Relasi Transaksional Seorang Hamba

Tidaklah mengapa seorang hamba mengharapkan imbalan kepada tuhan atas perintah-Nya (?). Menjalankan ibadah karena pamrih ingin masuk surga atau terhindar neraka. Sepertinya ini merupakan sifat/fitrah hamba sebagai seorang manusia biasa. Doktrin yang telah lama hinggap di benak. Doktrin itu benar dan tidak salah.  Tapi otak hamba yang kecil dan fakir pengetahuan bertanya: "Apakah hanya sebatas itu hubungan hamba dengan tuhannya?" . Hubungan yang transaksional. Ibadah seperti salat hanya sebatas gerakan yang berulang, miskin spiritual. Rasanya terlalu singkat waktu di dunia untuk itu. Bolehkah dan mungkinkah hamba merasa butuh atas hubungan ini? layaknya hamba makan karena lapar, bukan semata karena perintah.

Ada Disini

Seminggu serasa sewindu, rindu kiddos dalam pelosok.  Hingga saat yang dinanti tiba, bertemunya. Wajahnya sumringah dan gembira terpancar, ia mengajak tergesa-gesa ke kamar. "Pah, ayo ke kamar. Coba lihat deh.. ada yang berubah engga?" "Hmm.. kayanya ga ada deh.. Cuman lebih rapi aja, bang.." "Bukan itu pah. Sekarang kamarnya berubah karena.... ada papah disini..." ".........." Kiddos sekecil ini sudah bisa beromansa.  Ternyata berat juga menahan haru dan air mata....